Minggu, 03 Oktober 2010

Implementasi perencanaan pembelajaran yang dilakukan guru terhadap minat belajar anak di sekolah dasar

A.    LATAR BELAKANG MASALAH
Keberhasilan pembelajaran dipengaruhi banyak faktor, salah satu diantaranya adalah proses pelaksanaan. Pelaksanaan pembelajaran yang baik, di pengaruhi oleh perencanaan yang baik pula.
Dalam kenyataan perencanaan pengajaran di Indonesia tidak jauh berbeda dengan perencanaan di sektor lain yang kesemuanya menginduk kepada pola perencanaan Bappenas. Perencanaan pengajaran di Indonesia merupakan suatu proses penyusunan alternatif kebijaksanaan mengatasi masalah yang akan dilaksanakan dalam rangka pencapaian tujuan pembangunan pendidikan nasional dengan mempertimbangkan kenyataan-kenyataan yang ada di bidang sosial ekonomi, sosial budaya dan kebutuhan pembangunan secara menyeluruh terhadap pendidikan nasional. Definisi ini memperlihatkan suatu tanggung jawab pendidikan yang besar sebagai bagian integral dari pembangunan bangsa.
Suatu perencanaan berkaitan dengan penentuan apa yang akan dilakukan. Dalam perencanaan pembelajaran, guru harus menentukan skenario atau strategi atau biasa disebut langkah-langkah pembelajaran dengan baik sehingga tercipta suasana belajar yang menyenangkan bagi para siswa.
B.     RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan uraian tersebut, maka rumusan masalah dari makalah ini yaitu “Bagaimana implementasi perencanaan pembelajaran yang dilakukan guru terhadap minat belajar anak  di sekolah dasar?” yang meliputi:
1.      Apa saja Konsep perencanaan?
2.      Apa Hakikat pembelajaran?
3.      Bagaimana Pembelajaran sebagai suatu sistem?
4.      Seberapa Pentingnya perencanaan pembelajaran?
5.      Bagaimana Hubungan perencanaan pembelajaran  guru terhadap minat anak  SD?
C.    PROSEDUR PEMECAHAN MASALAH
D.    SISTEMATIKA PENULISAN MAKALAH

BAB I PENDAHULUAN
  1. LATAR BELAKANG MASALAH
  2. RUMUSAN MASALAH
  3. PROSEDUR PEMECAHAN MASALAH
  4. SISTEMATIKA PENULISAN MAKALAH
BAB II ACUAN TEORI
  1. KONSEP PERENCANAAN
B.                                         HAKIKAT PEMBELAJARAN
C.     PEMBELAJARAN SEBAGAI SUATU SISTEM
D.    PENTINGNYA PERENCANAAN PEMBELAJARAN
E.     HUBUNGAN PERENCANAAN PEMBELAJARAN  GURU
 TERHADAP MINAT ANAK  SD
BAB III KESIMPULAN


BAB II
IMPLEMENTASI PERENCANAAN PEMBELAJARAN YANG DILAKUKAN GURU TERHADAP MINAT BELAJAR ANAK  DI SEKOLAH DASAR

A. KONSEP PERENCANAAN
2.      Pengertian perencanaan
Menurut William H. Newman dalam bukunya Administrative Action Techniques of organization and Management, perencanaan adalah menentukan apa yang akan dilakukan yang mengandung rangkaian-rangkaian putusanyang luas dan penjelasan-penjelasan dari tujuan, penentu kebijakan, penentu program, penentuan metode-metode dan prosedur tertentu serta penentu kegiatan berdasarkan jadwal sehari-hari.
Terry (1993:7) perencanaan adalah menetapkan pekerjaan yang harus dilaksanakan oleh kelompok untuk mencapai tujuan yang digariskan. Menurut Banghart dan Trull (1993) perencanaan adalah awal dari semua proses yang rasional dan mengandung sifat optimisme yang didasarkan atas kepercayaan bahwa akan dapat mengatasi berbagai macam permasalahan.
Hadari Nawawi (1983:16) perencanaan berarti menyusun langkah-langkah penyelesaian suatu masalah atau pelaksanaan suatu pekerjaan yang terarah pada pencapaian tujuan tertentu. Setelah tujuan ditetapkan perencanaan berkaitan dengan penyusunan pola, rangkaian, dan proses kegiatan yang akan dilaksanakan untuk mencapai tujuan tersebut. Jadi dapat disimpulkan bahwa perencanaan adalah suatu rangkaian proses kegiatan menyiapkan dan menentukan seperangkat keputusan mengenai apa yang diharapkan terjadi dengan apa yang dilakukan.
Sedangkan pembelajaran atau pengajaran dapat diartikan sebagai suatu proses yang dilakukan oleh guru dalam membimbing, membantu, dan mengarahkan peserta didik untuk memiliki pengalaman belajar.
Dalam konteks pengajaran, perencanaan diartikan sebagai proses penyusunan materi pelajaran, penggunaan media pengajaran, penggunaan pendekatan dan metode pengajaran dan penilaian dalam suatu alokasi waktu yang akan dilaksanakan pada masa tertentu untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.
3.      Konsep dasar perencanaan
a.       Perencanaan sebagai teknologi. Diartikan bahwa perencanaan mendorong penggunaan teknik dan yang dapat mengembangkan tinngkah laku kognitif dan teori konstruktif terhadap solusi dan problem pengajaran.
b.      Perencanaan sebagai suatu sistem. Diartikan bahwa perencanaan merupakan sebuah susunan dari sumber-sumber dan prosedur-prosedur untuk menggerakkan pembelajaran
c.       Perencanaan sebagai sebuah disiplin merupakan cabang dari pengetahuan yang senantiasa memperhatikan hasil-hasil penelitian dan teori tentang strategi pengajaran dan implementasi terhadap strategi tersebut.
d.      Perencanaan sebagai sains adalah mengkreasi secara detail spesifikasi dari pengembangan, implementasi, evaluasi, dan pemeliharaan akan situasi maupun fasilitas pembelajaran terhadap unit-unit yang luas maupun yang sempit dari materi pengajaran dengan segala tingkatan kompleksitasnya.
e.       Perencanaan sebagai sutu proses adalah pengembangan pengajaran secara sistemik yang digunakan secar khusus atas dasar teori pembelajaran dan pengajaran untuk menjamin kualitas pembelajaran.
f.       Perencanaan sebagai sebuah realitas merupakan ide pengajaran yang dikembangkan dengan memberikan hubungan pengajaran dari waktu ke waktu dalam suatu proses yang di kerjakan.
4.      Karakteristik perencanaan
5.      Dimensi-dimensi perencanaan
6.      Pendekatan-pendekatan dalam perencanaan
7.      Manfaat perencanaan pengajaran
B.     HAKIKAT PEMBELAJARAN
8.      Mengajar sebagai proses penyampaian materi
9.      Mengajar sebagai  proses mengelola lingkungan
10.  pembelajaran
C.    PEMBELAJARAN SEBAGAI SUATU SISTEM
11.  Konsep pembelajaran sebagai suatu sistem
Pembelajaran sebagai suatu sistem merupakan pendekatan pembelajaran yang menekankan pada hubungan sistemik antara berbagai komponen dalam pembelajaran. Yang diartikan bahwa semua komponen terpadu dalam suatu pembelajaran sesuai dengan fungsinya saling berhubungan satu sama lain dan membentuk satu kesatuan.
12.  Hubungan antar komponen pembelajaran
d. Komponen evaluasi yaitu yang berfungsi untuk memberikan informasi atau data hasil pembelajaran yang telah dilakukan. Hasil dari evaluasi biasanya adalah informasi mengenai sejauh mana ketercapaian tujuan pembelajaran siswa baik dalam bentuk informasi kualitatif maupun kuantitatif.
13.  Perencanaan program pengajaran
Dalam pengajaran sebagai suatu sistem, langkah perencanaan program pembelajaran memegang peranan penting karena menentukan langkah dan evaluasi. Dalam program pengajaran yang menggunakan model satuan pelajaran, guru masih mempunyai kemungkinan untuk mengadakan perubahan-perubahan dalam pelaksanaanya.
Dalam perencanaan program pembelajaran terdapat dua jenis program, diantaranya:
a.       Program untuk jangka agak panjang
Dalam pengajaran sebagai suatu sistem, apa yang dikuasai oleh siswa dan apapun yang dilakukan oleh guru  dengan berbagai belajarnya perlu disusun dalam suatu program yang disebut program caturwulan untuk sekolah dasar atau program semester.
Dalam program tersebut terdapat beberapa isi, antara lain:
1)      Tujuan
2)      Pokok/ satuan bahasan
3)      Metode mengajar
4)      Media dan sumber
5)      Evaluasi pengajaran
6)      Waktu
7)      Lain-lain
b.      Program untuk jangka waktu singkat
Untuk program jangka pendek didalamnya terdapat program mingguan atau harian dan biasanya dikenal dengan satuan pelajaran atau dikenal dengan Rancangan pelaksanaan pembelajaran. Isi dan alokasi waktu setiap RPP tergantung dari luas atau sempitnya pokok bahasan yang dicakupnya. Jadi apabila dalam jadwakl pelajaran diberikan 2 x 2 jam pelajaran, maka pokok bahasan tersebut baru selesai diajarkan selama dua minggu, bahkan mungkin juga lebih.
Penyusunan program untuk setiap pokok bahasan dapat menggunakan berbagai format yaitu RPP, yang merupakan suatu unit program pengajaran terkecil yang berisi rencana penyampaian sesuatu pokok bahasan tertentu.
Komponen isi dari ayatu satuan pelajaran tidak banyak berbeda dengan program semester. Perbedaanya adalah pada RPP tujuan dan bahan ajaran disusun lebih rinci dan spesifik, metode mengajar dijelaskan dalam bentuk yang lebih kongkret berupa proses bagaimana guru menyampaikan pelajaran atau mendorong siswa belajar dan bagaimana siswa berfikir.
14.  Faktor-faktor yang mempengaruhi sistem pembelajaran
  1. Faktor guru; menurut Dunkin (1974) beberapa aspek yang dapat mempengaruhi kualitas pembelajaran dilihat dari faktor guru yaitu: pengalaman yang berkaitan dengan aktivitas dan latar belakang pendidikan gur, karakteristik termasuk sifat-sifat yang melekat dan dimiliki oleh para guru terhadap profesinya.
  2. Faktor siswa; menurut Dunkin (1974) beberapa aspek yang dapat mempengaruhi sistem pembelajaran yaitu: kondisi latar belakang dan pengalaman siswa; karakteristik dan sifat yang melekat dimiliki oleh setiap individu siswa.
  3. Fakor sarana dan fasilitas; yaitu tersedianya media pembelajaran yang berfungsi sebagai alat untuk membantu kemudahan belajar bagi siswa terhadap sistem pembelajaran.
  4. Faktor lingkungan; lingkungan yang secara langsung selalu menjadi bagian tak terpisahkan dari proses pembelajaran adalah lingkungan fisik (kelas).
15.  Hal-hal yang harus diperhatikan dalam perencanaan pembelajaran
Penyusunan program pengajaran bertujuan agar pelaksanaan pengajaran berjalan lebih lancar dan hasilnya lebih baik. Kurikulum, terutama perangkat pembelajarannya menjadi acuan utama di dalam penyusunan atau perencanaan suatu program pengajaran, namun kondisi sekolah dan lingkungan sekitar, kondisi siswa dan guru merupakan hal-hal penting yang juga perlu diperhatikan
1. Kurikulum
Dalam perencanaan atau penyusunan suatu program pengajaran, hal pertama yang perlu diperhatikan adalah kurikulum terutama perangkat pembelajarannya. Dalam perangkat pembelajaran telah tercantum Standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok, tujuan pembelajaran, indikator serta alokasi waktu untuk mengajar materi tersebut. Dalam penyusunan program semester, rincian standar kompetensi dan kompetensi dasar yang akan diberikan, perlu juga memperhatikan waktu yang tersedia. Jika waktu yang tersedia cukup banyak maka indikator yang akan disampaikan dapat lebih banyak, tetapi jika waktu sedikit maka indikator yang akan diberikan dibatasi. Demikian juga pada waktu menyusun bahan ajar dalam rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), luasnya bahan dan banyaknya aktivitas belajar perlu disesuaikan dengan waktu yang tersedia.
2. Kondisi Sekolah
Perencanaan program pengajaran juga perlu memperhatikan keadaan sekolah, terutama tersedianya sarana-prasarana dan alat bantu pelajaran, karena keduanya menjadi pendukung terlaksananya berbagai aktivitas belajar siswa.
Guru tidak mungkin melaksanakan kegiatan belajar mengajar dalam praktek menggunakan komputer apabila di sekolah itu tidak tersedia computer. Demikian juga halnya guru tidak mungkin menyuruh siswa-siswa mengadakan pengamatan terhadap tanaman, jika di sekolah/sekitar sekolah tidak ada taman
3. Kemampuan dan perkembangan siswa
Dalam program pengajaran, baik program semester maupun program mingguan/harian dapat dipandang sebagai suatu skenario tentang apa yang harus dipelajari siswa dan bagaimana mempelajarinya. Agar materi dan cara belajar ini sesuai dengan kondisi siswa, maka penyusunan program rencana pembelajaran perlu disesuaikan dengan kemampuan dan perkembangan siswa. Keluasan dan kedalaman materi pelajaran serta aktivitas belajar yang direncanakan guru perlu disesuikan dengan kemampuan dan perkembangan siswa. Secara umum, siswa dalam satu kelas terbagi atas tiga kelompok, yaitu kelompok pandai atau cepat belajar, sedang dan kelompok kurang atau lambat belajar. Bagian yang terbanyak adalah yang kelompok sedang, maka penyusunan materi hendaknya menggunakan kriteria sedang ini. Untuk mengatasi variasi pengetahuan siswa, maka guru perlu menggunakan metode atau strategi mengajar yang bervariasi pula.
4. Keadaan Guru
Guru dituntut memiliki kemampuan dalam segala hal yang berkenaan dengan pelaksanaan pendidikan dan pengajaran. Kalau pada suatu saat seorang guru memiliki kekurangan, maka ia dituntut untuk segera belajar/meningkatkan kemampuan dirinya. Bagi guru-guru yang masih sangat sedikit pengalaman mengajarnya, perlu mendapat perhatian dengan diikutkan dalam pelatihan-pelatihan sehingga kemampuannya dapat ditingkatkan.
D.    PENTINGNYA PERENCANAAN PEMBELAJARAN
Pendidikan merupakan sektor yang amat penting dan strategis bagi siapa saja. Pemerintah, keluarga dan individu dalam kapasitasnya masing-masing selalu memiliki perhatian terhadap dunia pendidikan. Untuk itu perencanaan pendidikan harus betul-betul menyerap dan mengakomodasikan aspirasi pendidikan yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat yang mempunyai totalitas dari kelompok-kelompok individu maupun keluarga.
Peran seorang guru sangat penting dalam proses pembelajaran. Seorang guru harus mampu memotivasi siswa dengan sebaik-baiknya dalam proses pembelajaran, karena inti suatu pembelajaran terletak pada interaksi guru dengan siswa. Dimana guru melakukan kegiatan mengajar sedang siswa melakukan kegiatan belajar. Sehingga interaksi guru dengan siswa disebut juga proses belajar mengajar. Oleh karena itu, adalah Penting sekali bagi setiap guru memahami sebaik-baiknya tentang proses belajar murid, agar ia dapat memberikan bimbingan dan menyediakan lingkungan belajar yang tepat dan serasi bagi para siswa.
Keberhasilan pembelajaran dipengaruhi banyak faktor, salah satu diantaranya adalah proses pelaksanaan. Pelaksanaan pembelajaran yang baik, di pengaruhi oleh perencanaan yang baik pula.
Berikut akan dikemukakan pendapat Banghart dan Albert Trull (Educational planning,1983) dalam Harjanto (Perencanaan pengajaran,1997 hal 3), mereka tidak memberikan batasan perencanaan pengajaran secara ekslusif, melainkan mengatakan bahwa dalam rangka mengerti makna perencanaan pengajaran dapat dilihat dari 3 dimensi, yakni karakteristik, perencanaan pengajaran, berusaha menggambarkan sifat-sifat aktivitas perencanaan pengajaran.
Bicara tentang dimensi perencanaan pengajaran, berkenaan dengan luas dan cakupan aktivitas perencanaan yang mungkin dalam system pendidikan, yang merupakan karakteristik perencanaan pengajaran adalah :
·         Merupakan proses rasional, sebab berkaitan dengan tujuan social dan konsep-konsepnya dirancang oleh banyak orang.
·         Merupakan konsep dinamik, sehingga dapat dan perlu dimodifikasi jika informasi yang masuk mengharapkan demikian.
·         Perencanaan terdiri dari beberapa aktivitas, aktivitas itu banyak ragamnya namun dapat dikategorikan menjadi prosedur-prosedur dan pengarahan.
·         Perencanaan pengajaran berkaitan dengan pemilihan sumber dana, sehingga harus mampu mengurangi pemborosan, duplikasi, salah penggunaan dan salah manajemennya.
Batasan lain yang dikemukakan adalah pendapat Philip Commbs (1982) dalam Harjanto (Perencanaan Pengajaran 1997, hal 6), mengatakan perencanaan pengajaran adalah suatu penerapan yang rasional dari analisis sistematis proses perkembangan pendidikan dengan tujuan agar pendidikan itu lebih efektif dan efisien sesuai dengan kebutuhan dan tujuan para murid dan masyarakatnya.
Dalam kenyataan perencanaan pengajaran di Indonesia tidak jauh berbeda dengan perencanaan di sektor lain yang kesemuanya menginduk kepada pola perencanaan Bappenas. Perencanaan pengajaran di Indonesia merupakan suatu proses penyusunan alternatif kebijaksanaan mengatasi masalah yang akan dilaksanakan dalam rangka pencapaian tujuan pembangunan pendidikan nasional dengan mempertimbangkan kenyataan-kenyataan yang ada di bidang sosial ekonomi, sosial budaya dan kebutuhan pembangunan secara menyeluruh terhadap pendidikan nasional. Definisi ini memperlihatkan suatu tanggung jawab pendidikan yang besar sebagai bagian integral dari pembangunan bangsa.
Suatu perencanaan berkaitan dengan penentuan apa yang akan dilakukan. Dalam perencanaan pembelajaran, guru harus menentukan skenario atau strategi atau biasa disebut langkah-langkah pembelajaran dengan baik sehingga tercipta suasana belajar yang menyenangkan bagi para siswa.
Agar pelaksanaan proses pembelajaran berjalan secara efektif dan efisien maka diperlukan suatu perencanaan yang tersusun secara sistematis. Agar terjadi keaktifan peserta didik dalam pembelajaran diperlukan proses belajar mengajar yang lebih bermakna dan dirancang dalam suatu skenario yang jelas.
Banyak cara atau bentuk pembelajaran yang dilakukan guru dalam proses belajar mengajar di kelas, misalnya dengan menekankan latihan, hafalan, pengulangan, pemahaman dan sebagainya. Cara atau bentuk pembelajaran yang dilakukan guru tersebut sebenarnya mengacu pada suatu teori atau konsep psikologi tertentu.
E.     HUBUNGAN PERENCANAAN PEMBELAJARAN  GURU TERHADAP MINAT ANAK  SD
Minat adalah salah satu faktor psikis yang membantu dan mendorong  individu untuk mencapai tujuan. Minat individu sangat berbeda dengan yang  lainnya. Minat berkembang lebih kuat atau sebaliknya menjadi lemah sesuai  dengan kebutuhan pengalaman sikap individu ( Pasaribu dan B. Simanjuntak  dalam A. Kosasih Djahiri, Dasim Budimansyah, 19 : 51 ).
Dari gambaran diatas guru hendaknya mampu membangkitkan perhatian  siswanya. Yang lebih penting perlu diusahakan dalam pelajaran agar sajian materi  dapat menarik.  Ada beberapa faktor yang mungkin menjadi penyebab mata pelajaran  menjadi  kurang menarik atau kurang diminati siswa diantaranya (Preston dan Herman dalam Djodjo Surodisastro, 1993 : 64 )
1.      Siswa lebih suka dan lebih memperhatikan baca, tulis, dan hitung karena  ketiga mata pelajaran tersebut lebih tegas dan pasti.
2.      Pada umumnya orangtua lebih mementingkan baca, tulis dan hitung. Orangtua tidak terlalu mengkhawatirkan pelajaran pengetahuan sosial  yang seringkali digolongkan pelajaran lunak.
3.      Beberapa pelajaran banyak yang menggunakan konsep yang abstrak.
Besarnya hubungan antara perencanaan mengajar oleh guru dengan minat belajar siswa dipengaruhi oleh fator lain diantarnya :
·         Minat belajar siswa dipengaruhi oleh guru, lingkungan, bahan pelajaran. Sarana/media dll.
·         Faktor dari guru sebagai pelaksana utama dalam pembelajaran dalam penyusunan perencanaan mengajar harus sesuai dengan kebuuhan siswa.
·         Proses belajar mengajar yang direncanakan guru.
Oleh karena itu diharapkan guru mempunyai beberapa keterampilan dalam mengajar diantaranya:
1.      keterampilan bertanya yang mensyaratkan guru harus menguasai teknik mengajukan pertanyaan yang cerdas, baik keterampilan bertanya dasar maupun keterampilan bertanya lanjut
2.      keterampilan memberi penguatan. Seorang guru perlu menguasai keterampilan memberikan penguatan karena penguatan merupakan dorongan bagi siswa untuk meningkatkan perhatian
3.       keterampilan mengadakan variasi, baik variasi dalam gaya mengajar, penggunaan media dan bahan pelajaran, dan pola interaksi dan kegiatan
4.      keterampilan menjelaskan yang mensyaratkan guru untuk merefleksi segala informasi sesuai dengan kehidupan sehari-hari. Setidaknya, penjelasan harus relevan dengan tujuan, materi, sesuai dengan kemampuan dan latar belakang siswa, serta diberikan pada awal, tengah, ataupun akhir pelajaran sesuai dengan keperluan.
Selain dari itu untuk menumbuhkan minat anak dalam mengajar guru sebaiknya:
1.      Persiapkan   bahan   pelajaran   dengan   mempelajarinya   berulang-ulang. Jangan mengandalkan bahwa kita sudah pernah mempelajarinya karena apa yang kita ketahui dahulu pasti sebagian sudah terhapus dari ingatan kita.
2.      Carilah   urutan   yang   logis   dari   tiap   bagian   dalam   pelajaran   yang dipersiapkan tersebut. Setiap pelajaran selalu berangkat dari pengertian-pengertian dasar yang sederhana baru ke tingkat pengertian yang tinggi. Pelajari urut-urutan yang logis dari pelajaran yang dipersiapkan tersebut sampai  terwujud  suatu  pengertian  yang  dapat  saudara  uraikan  dengan kata-kata sendiri.
3.      Carilah analogi atau ilustrasi untuk mempermudah penjelasan fakta-fakta dan prinsip-prinsip yang sulit dimengerti oleh siswa. Khususnya prinsip-prinsip abstrak.
4.      Carilah  hubungan  antara  apa  yang  diajarkan  dan  kehidupan  sehari-hari siswa.  Hubungan-hubungan  inilah  yang  akan  menentukan  nilai  praktis penerapan dari pelajaran itu.
5.      Gunakan  sebanyak  mungkin  sumber  referensi  berupa  buku-buku  atau bahan-bahan yang sesuai, tetapi pahami dahulu sebaik-baiknya sebelum menyampaikan kepada siswa.
6.      Harap  diingat  bahwa  lebih  baik  mengerti  sedikit,  tetapi  benar-benar mantap daripada mengetahui banyak, tetapi kurang mendalam.
7.      Sediakan waktu yang khusus untuk mempersiapkan tiap pelajaran sebelum berdiri  di  depan  kelas.  Dengan  persiapan  matang,  kita  akan  semakin menguasai pengetahuan dan gambaran apa yang diajarkan akan semakin jelas.


BAB III
KESIMPULAN
Keberhasilan pembelajaran dipengaruhi banyak faktor, salah satu diantaranya adalah proses pelaksanaan. Pelaksanaan pembelajaran yang baik dipengaruhi oleh perencanaan yang baik pula.
Suatu perencanaan berkaitan dengan penentuan apa yang harus dilakukan. Dalam perencanaan pembelajaran, guru harus menentukan skenario atau strategi atau biasa disebut langkah-langkah pembelajaran dengan baik sehingga tercipta suasana belajar yang menyenangkan bagi para siswa.
Dalam pembelajaran, guru perlu memahami kondisi siswa dengan memberikan bimbingan dan menyediakan lingkungan belajar yang tepat bagi siswa. Agar seorang guru dapat memberikan perlakuan mendidik yang diharapkan, digunakan beberapa prinsip dalam pengajaran. Prinsip pengajaran yang diberikan biasanya mengacu pada teori-teori belajar atau konsep psikologi tertentu.
Dalam perencanaan program pengajaran, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar pelaksanaan pengajaran dapat berjalan lebih lancar dan hasilnya dapat lebih baik, yaitu : Kurikulum, kondisi sekolah, kemampuan dan perkembangan siswa serta keadaan guru. Apabila hal-hal tersebut diperhatikan dan dilaksanakan maka diharapkan dapat meningkatkan mutu pendidikan.


DAFTAR PUSTAKA

Harjanto, 1997, Perencanaan Pengajaran, Jakarta. Rineka Cipta
Ibrahim, R dan Nana Syaodih S. 2003, Perencanaan Pembelajaran. Jakarta, Rineka Cipta
Majid, Abdul. 2007. Perencanaan Pembelajaran. Bandung: PT. ROSDA KARYA
Masnur Muslich. 2007. KTSP, Dasar Pengembangan Dan Pengembangan
Oemar Hamalik. 2001, Proses Belajar Mengajar, Jakarta. Bumi Aksara
R. Ibrohim. 1991. Perencanaan Pengajaran. Jakarta: DEPDIKBUD
Sukirman, Dadang. 2007. Perencanaan Pembelajaran. Bandung: UPI PRESS.
Syaefudin  Saud, Udin. 2007. Perencanaan Pendidikan. Bandung: PT. ROSDA KARYA
http:/makalahkumakalhmu.wordpress.com/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar